PERBAIKI KUALITAS KELUARGA, AGAR BISA MENJADI PEMIMPIN

Keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat. Keluarga yang berkualitas tercermin dari kehidupannya yang tenteram, mandiri, dan bahagia. Diperlukan kebersamaan dalam mewujudkan keluarga berkualitas agar mampu melahirkan pemimpin di masa mendatang.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI Dapil Sulawesi Barat, Hj. Andi Ruskati Ali Baal, saat menghadiri Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja (Komisi IX DPR RI) di Kantor Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Senin (26/10/2020).
“Kita ini Bapak Ibu dalam keluarga, bukan hanya melahirkan anak. Tetapi, ada kewajiban untuk membina dan membesarkannya. Jangan pikir untuk apa sekolah karena sudah ada Gubernur, sudah ada Presiden. Kita berpikir bagaimana kita sukses. Semoga anak-anak kita berkualitas di masa mendatang. Perbaiki kualitas keluarga, agar bisa menjadi pemimpin,” ungkap Ruskati.
Lebih lanjut, Ruskati menyatakan bahwa membina keluarga harus berpikir 20 tahun ke depan, bukan berpikir sekarang.
“Pikirkan 20 tahun lagi, bukan sekarang. Mudah-mudahan Bapak Ibu yang hadir ini, bisa paham bagaimana masyarakat ber-KB. Ajak keluarga ber-KB, karena dua anak lebih sehat. Anaknya jangan Stunting. Jangan cepat menikah, karena risikonya sangat besar,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN Pusat, Drs. Eli Kusnaeli, MM.Pd, menyatakan bahwa potensi alam kabupaten mamasa seharusnya dapat dioptimalkan bagi upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui delapan fungsi keluarga.
“Potensi alam kabupaten Mamasa luar biasa. Nyaman. Artinya, secara ekonomi, di daerah ini bisa maju. Kalau pun ada yang tertinggal berarti ada yang perlu diperbaiki. Yang paling penting mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, sehingga tidak boleh ada Stunting. Dan intinya, kita ingin menjadi keluarga yang berkualitas, yang tenteram, mandiri, dan bahagia, dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga,”urainya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Nuryamin, STP, MM, yang turut hadir dalam kegiatan ini menyatakan bahwa Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor merupakan salah satu upaya BKKBN dalam mewujudkan kualitas keluarga.
“Pemprov Sulbar memiliki program unggulan yang dikenal dengan Marasa. Marasa itu Mandiri, Cerdas, dan Sehat. Dan BKKBN melalui Program UPPKA atau Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor, akan senantiasa berupaya untuk membangun sinergitas dan kolaborasi, tentunya bagi perbaikan kehidupan dan pelayanan bagi masyarakat banyak, yang sejahtera, maju dan malaqbi,”paparnya lugas.
Kegiatan sosialisasi ini disertai dengan pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan pembagian sembako bagi keluarga-keluarga terdampak Covid-19, yang berasal dari enam dusun di desa penatangan, yaitu dusun kondo, penatangan, pelekokan, rantetarima, salukatambi, dan maranatha.