MENGENAL 7 DIMENSI LANSIA TANGGUH

Undang-Undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia), menyatakan bahwa lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Populasi lansia di Indonesia berjumlah 24,49 juta jiwa atau 9,27 persen dari total penduduk (BPS 2018).

Yang menarik dari keberadaan lansia Indonesia adalah ketersediaan dukungan potensial baik ekonomi maupun sosial yang idealnya disediakan oleh keluarga. Data Susenas 2019 menunjukkan bahwa 9,38 persen lansia tinggal sendiri, di mana persentase lansia perempuan yang tinggal sendiri hampir tiga kali lipat dari lansia laki-laki (13,39 persen berbanding 4,98 persen).

Berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia itu sendiri maupun keluarga agar nantinya menjadi lansia yang tangguh, dan salah satu kepedulian Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk meningkatkan pembangunan keluarga, maka dilaksanakan kegiatan Sosialisasi 7 (tujuh) Dimensi Lansia Tangguh.

Sosialisasi dilaksanakan di Grand Hotel Mamuju (4-6/3/2020), yang diikuti 24 (dua puluh empat) orang, yang terdiri dari Kader Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), Penyuluh KB, dan Pengurus Perkumpulan Juang Kencana (PJK) Kabupaten.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Walfaidhin SE, menyatakan kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan kader BKL tentang lansia tangguh.

“BKKBN senantiasa melakukan pembinaan bagi kader-kadernya di lapangan, termasuk kader BKL. Sekarang kita sosialisasikan 7 dimensi bagi terwujudnya lansia tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, professional dan vokasional, serta lingkungan. Dan semoga dengan kegiatan ini, para kader dapat lebih aktif lagi membina kelompok BKL di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.